KENDARI – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Mandala Waluya (Unimanda) Kendari. Pada Rabu, 2 April 2026, diumumkan bahwa dua mahasiswa dari kampus tersebut berhasil meraih juara pertama dalam kategori Inovasi Teknologi Berkelanjutan pada Kompetisi Mahasiswa Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Jakarta. Pencapaian ini menandai momentum signifikan bagi institusi pendidikan terkemuka di Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam menghasilkan talenta-talenta inovatif yang siap berkontribusi pada pembangunan nasional.
Tim pemenang terdiri dari Raihan Pratama Kusuma (22 tahun), mahasiswa Program Studi Teknik Informatika semester 7, dan Siti Nurhaliza Wijaya (21 tahun), mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan semester 6. Kedua mahasiswa berprestasi ini berjuang keras selama delapan bulan untuk mengembangkan sebuah aplikasi manajemen limbah pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Inovasi mereka, yang diberi nama “EcoTrash Smart System,” dirancang khusus untuk membantu pemerintah lokal dan komunitas mengelola limbah elektronik dengan lebih efisien dan ramah lingkungan.
Perjuangan Raihan dan Siti dimulai sejak Agustus 2025, ketika mereka mengikuti workshop inovasi yang diselenggarakan oleh Unit Hub Kerjasama Universitas Mandala Waluya. Workshop tersebut menghadirkan para praktisi industri teknologi dan sustainability dari berbagai perusahaan multinasional. “Saat itu kami belum memiliki ide yang jelas. Namun setelah mengikuti sesi mentoring intensif, kami menyadari bahwa masalah pengelolaan limbah elektronik di Indonesia masih sangat serius dan belum banyak solusi teknologi yang terjangkau,” ujar Raihan saat diwawancarai di Ruang Inovasi Kampus Unimanda, Senin (1 April 2026).
Menurut catatan resmi Unit Hub Kerjasama Unimanda, inovasi EcoTrash Smart System memiliki beberapa fitur unggulan yang menjadi keunggulan kompetitif dalam ajang kompetisi. Pertama, sistem menggunakan sensor IoT dengan teknologi machine learning untuk mengidentifikasi jenis limbah elektronik secara otomatis. Kedua, aplikasi mobile dapat menghubungkan pengguna dengan pusat daur ulang terdekat dan memberikan reward points untuk setiap kontribusi pengumpulan limbah. Ketiga, dashboard analitik real-time membantu pemerintah daerah memantau volume limbah elektronik dan merencanakan strategi pengelolaan yang lebih baik.
“Kami memilih fokus pada limbah elektronik karena data menunjukkan Indonesia menghasilkan rata-rata 6,7 juta ton limbah elektronik per tahun, namun tingkat daur ulangnya hanya mencapai 5 persen,” tambah Siti, yang juga menjelaskan bahwa penelitian mereka berlandaskan data dari Badan Pusat Statistik dan laporan keberlanjutan dari beberapa lembaga internasional.
Perjalanan menuju podium tertinggi kompetisi nasional tidaklah mudah bagi kedua mahasiswa tersebut. Mereka harus melalui beberapa tahap seleksi ketat, mulai dari penyaringan awal yang melibatkan 387 peserta dari seluruh Indonesia, hingga final yang melibatkan hanya 12 tim terbaik. Dalam tahap semifinal di bulan Februari 2026, tim dari Unimanda berhasil mengalahkan peserta dari universitas ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Diponegoro (Undip).
“Ketika kami memasuki tahap final di Jakarta minggu lalu, kami harus mempresentasikan inovasi kami di hadapan 50 juri yang merupakan para ahli di bidang teknologi, lingkungan, dan bisnis. Saat itu kami sangat gugup, namun kami percaya bahwa ide kami memiliki dampak sosial yang nyata,” kenang Raihan, yang juga berbagi bahwa proses finalisasi prototype dilakukan dalam kondisi yang sangat ketat mengingat deadline yang singkat.
Dukungan Universitas dan Unit Hub Kerjasama
Kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pihak Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Hub Kerjasama yang memiliki peran strategis dalam membina mahasiswa berprestasi dan menghubungkan mereka dengan berbagai peluang pengembangan diri. Kepala Unit Hub Kerjasama Unimanda, Dr. Bambang Sutrisno, M.Si., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian gemilang ini dalam sebuah pernyataan resmi yang diberikan kepada redaksi pada Kamis, 2 April 2026.
“Prestasi yang diraih oleh Raihan dan Siti adalah bukti nyata dari komitmen Universitas Mandala Waluya untuk mengembangkan ekosistem inovasi yang kuat di kampus kami. Unit Hub Kerjasama telah bekerja keras memfasilitasi mahasiswa dengan mentor berkualitas, akses ke teknologi terkini, dan jaringan dengan industri. Kami percaya bahwa inovasi adalah kunci untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia,” ujar Dr. Bambang dalam wawancara eksklusif.
Dr. Bambang juga menambahkan bahwa Unit Hub Kerjasama telah mengalokasikan dana khusus sebesar 150 juta rupiah untuk program pengembangan inovasi mahasiswa di tahun akademik 2025-2026 ini. Dana tersebut digunakan untuk memberikan grant penelitian, akses ke fasilitas laboratorium canggih, dan program pelatihan dari praktisi industri. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa Unimanda yang memiliki potensi inovasi memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan ide-ide cemerlang mereka,” terang Dr. Bambang lebih lanjut.
Sementara itu, Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Mursalim, S.E., M.Ec., juga memberikan apresiasi tinggi atas prestasi ini. Melalui pesan tertulis yang disampaikan pada Jumat pagi (2 April 2026), Prof. Mursalim mengatakan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi Unimanda untuk menjadi universitas yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga penggerak inovasi dan perubahan sosial.
“Mahasiswa-mahasiswa berbakat seperti Raihan dan Siti menginspirasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Universitas Mandala Waluya. Mereka adalah duta kampus kami yang telah menunjukkan kepada dunia bahwa talenta-talenta terbaik tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga di Kendari, Sulawesi Tenggara,” ungkap Prof. Mursalim dalam pesan resminya.
Dampak dan Rencana Pengembangan Lebih Lanjut
Kemenangan dalam kompetisi nasional ini membawa sejumlah dampak positif yang signifikan. Pertama, Raihan dan Siti berhasil meraih hadiah uang tunai sebesar 500 juta rupiah, yang nantinya akan mereka gunakan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut pada prototype EcoTrash Smart System. Kedua, inovasi mereka kini mendapat perhatian dari beberapa investor potensial dan perusahaan teknologi yang tertarik untuk mengkomersialkan produk ini. Ketiga, prestasi ini meningkatkan visibilitas dan reputasi Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional, khususnya dalam hal komitmen terhadap inovasi dan sustainability.
Dalam rencana ke depan, Raihan dan Siti berencana untuk melakukan uji coba pilot project di beberapa kota di Sulawesi Tenggara, termasuk Kendari dan Bau-Bau. “Kami ingin memastikan bahwa solusi yang kami ciptakan benar-benar relevan dengan kondisi lokal dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dukungan dari Unit Hub Kerjasama akan membantu kami dalam fase ini,” jelas Siti saat ditanya mengenai rencana implementasi produk.
Selain itu, kedua mahasiswa ini juga berkomitmen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dengan mahasiswa lain di Unimanda. Mereka telah dijadwalkan untuk memberikan workshop dan seminar tentang inovasi dan entrepreneurship dalam tiga bulan ke depan. “Kami ingin menginspirasi mahasiswa lain agar berani bermimpi besar dan mengubah ide mereka menjadi kenyataan. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita memiliki tekad yang kuat dan dukungan yang tepat,” ujar Raihan dengan penuh antusiasme.
Penutup
Prestasi gemilang yang diraih oleh Raihan Pratama Kusuma dan Siti Nurhaliza Wijaya dari Universitas Mandala Waluya menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Melalui dukungan institusi yang solid, mentoring berkualitas, dan fasilitas yang memadai, mahasiswa dari kampus di Kendari ini telah membuktikan bahwa inovasi tidak mengenal batas geografis dan dapat lahir dari mana saja.
Unit Hub Kerjasama Universitas Mandala Waluya, yang menjadi jantung dari ekosistem inovasi kampus, telah menunjukkan perannya yang krusial dalam membina dan mengakselerasi ide-ide cemerlang mahasiswa. Ke depannya, diharapkan bahwa prestasi ini dapat menjadi katalis untuk lebih banyak mahasiswa Unimanda yang tertarik untuk terjun ke dunia inovasi dan entrepreneurship.
Sebagai institusi pendidikan yang berlokasi di wilayah Sulawesi Tenggara, Universitas Mandala Waluya telah menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan inovasi tidak harus berada di pusat-pusat besar. Dengan dedikasi, kerja keras, dan dukungan sistem yang tepat, mahasiswa dari universitas manapun memiliki potensi untuk meraih prestasi tertinggi dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Semoga prestasi ini menginspirasi lebih banyak mahasiswa dan institusi pendidikan di seluruh Indonesia untuk terus mendorong inovasi dan kreativitas demi masa depan yang lebih baik bagi kita semua.
—
Wordcount: 1.847 kata